Acara Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-45 dan Hari IKan Nasional Ke-12 Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2025
Wargi Kabupaten badnung…
Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri Acara Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-45 dan Hari Ikan Nasional ke-12 Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2025 yang digelar di Gedung Moh. Toha. Dalam sambutannya, bupati menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat ketahanan pangan di Jawa Barat khususnya di wilayah Kabupaten Bandung..
Bupati menjelaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Bahan pangan pokok seperti ikan, jagung, kentang, dan komoditas lainnya terkait erat dengan sektor pertanian serta para pelaku usaha yang berada di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar, Kabupaten Bandung memiliki potensi besar yang harus dikelola secara terarah dan berpihak pada kebutuhan masyarakat, terutama para petani.
Pada kesempatan tersebut, ia mengumumkan rencana peluncuran gerakan tanami halaman di masing-masing rumah se-Kabupaten Bandung sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan desa. Selain itu, bupati mendorong pembangunan fasilitas seperti Balai Benih Ikan (BBI) yang menjadi penopang produksi ikan, termasuk rencana pengembangan ternak ayam petelur untuk memperkuat ketersediaan protein masyarakat.
Dalam laporannya, Kadispakan Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama menyampaikan bahwa produksi ikan di Kabupaten Bandung telah mencapai 30 ton per bulan, sehingga dapat mendukung ketahanan protein serta memperkuat stok pangan masyarakat.
Bunda Forikan Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati turut menyoroti potensi lokal seperti ikan mas dari Kecamatan Pasirjambu serta berbagai olahan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi kekuatan produk lokal.
Sementara itu, perwakilan Badan Pangan Nasional menyampaikan bahwa ketahanan pangan harus dibangun melalui dua aspek utama, yaitu ketersediaan pangan dan akses masyarakat terhadap pangan. Kedua aspek tersebut harus berjalan seimbang agar ketahanan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.