Bupati Bandung Menjadi Penanggap pada Seminar Pengembangan Profesi Kesehatan Lingkungan 2025
Wargi Kabupaten Bandung..
Bupati Bandung Dadang Supriatna menjadi penanggap pada Seminar Pengembangan Profesi Kesehatan Lingkungan 2025 bertema “Action Plan for Waste Management to Climate Change Resilience” yang digelar secara virtual, Kamis (21/11/2025).
Dalam tanggapannya, Bupati Bandung mengapresiasi pemaparan para narasumber dan menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan isu strategis yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup. “Bumi kita tidak meminta dipuji, ia hanya meminta dijaga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga terkait martabat manusia dan keadilan ekologis.
Dirinya memaparkan langkah-langkah pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Kabupaten Bandung. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mendorong pengembangan waste to energy melalui pengolahan sampah organik menjadi biogas, bio-slurry, serta briket biomassa. Sejumlah desa seperti Cileunyi, Ciwidey, dan Majalaya telah menjalankan pengolahan komunal yang dapat mengurangi volume sampah hingga 20–30% sebelum menuju TPA.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa Pemkab Bandung memperkuat kerja sama dengan Hakli, Akkopsi, dan SPPG dalam pengembangan ekonomi sirkular. Melalui program tersebut, sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sementara minyak jelantah dimanfaatkan sebagai biodiesel skala kecil. “Inisiatif ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga mendorong kemandirian energi dan pemberdayaan UMKM,” jelasnya. Upaya pemanfaatan kemasan plastik menjadi eco-bricks untuk perbaikan saluran sanitasi juga terus diperluas.
Menutup tanggapannya, Bupati Bandung mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. “Sampah bukan musuhnya, ketidakpedulianlah musuhnya,” tegasnya. Ia berharap seminar tersebut menjadi momentum penguatan aksi bersama dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.