Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Asosiasi BPD Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Bandung Tahun 2025

Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Asosiasi BPD Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Bandung Tahun 2025

Wargi Kabupaten Bandung…

Mengusung tema “Optimalisasi Peran dan Fungsi BPD dalam Mewujudkan Desa Mandiri Menuju Bandung Lebih Bedas”, Bupati Dadang Supriatna membuka Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Bandung Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Moh. Toha, Soreang.

Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dan selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Bandung. Kang DS sapaan akrab Bupati Bandung menegaskan bahwa kokohnya penyelenggaraan pemerintahan desa bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu: Kepala Desa, Pemerintah Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “BPD bukanlah pelengkap atau atribut, melainkan pilar krusial yang menentukan arah kemajuan desa,” ujarnya.

Kemudian, Kang DS juga menyoroti peran strategis BPD sebagai lembaga politik desa , merupakan kanal aspirasi masyarakat yang memiliki fungsi check and balances terhadap jalannya pemerintahan desa.

“BPD memiliki hak bertanya, memberikan konfirmasi, bahkan melakukan evaluasi kritis terhadap program pembangunan desa. Dengan fungsi tersebut, BPD harus mampu menjadi jembatan koordinasi antara pemerintah desa dan masyarakat, memastikan arah pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan warga,” tambah Kang DS.

Selain itu, dalam sesi ini dibahas evaluasi program kerja, penyempurnaan aturan tata kelola desa, serta inovasi melalui penggunaan aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPAKADES) yang menjadi terobosan baru dalam memperbaiki sistem pengelolaan aset desa.

Menutup sambutan, Kang DS turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kerja keras BPD di seluruh desa. Berkat kolaborasi yang solid, Kabupaten Bandung kini menjadi daerah dengan jumlah Desa Mandiri terbanyak di Jawa Barat, yaitu 199 desa mandiri, disusul 69 desa maju, meskipun masih terdapat dua desa yang berstatus berkembang. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata bahwa kerja kolaboratif di tingkat desa telah berjalan dengan baik.