Pembekalan Dan Pengarahan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Jabatan Manajerial ASN Kab. Bandung
Wargi Kabupaten Bandung..
Sekda Kab. Bandung, Cakra Amiyana, memberikan pengantar kepada para peserta dalam kegiatan Pembekalan dan Pengarahan Peningkatan Kapasitas Jabatan Manajerial bagi Aparatur Sipil Negara Kab. Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Moh Toha, Soreang, Selasa (16/09/2025).
Dalam arahannya, Sekda menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural Eselon II B, yang terdiri atas para asisten, staf ahli, kepala dinas, kepala badan, camat, serta kepala bagian. Menurutnya, kegiatan ini merupakan ide yang diusung oleh Bupati Bandung sebagai bentuk retret bagi para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat kapasitas dan wawasan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Kegiatan ini mengusung tema Transformasi Birokrasi, yang menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan budaya kerja ASN agar lebih adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada hasil. Sekda menegaskan bahwa saat ini ASN dituntut untuk lebih agile, untuk meningkatkan pelayanan publik serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sekda menyampaikan harapan bupati, ASN bekerja amanah, profesional, terus berbenah, serta memperkuat kerja tim guna mendukung program prioritas daerah dalam RPJMD sekaligus program nasional, seperti makanan bergizi gratis, sekolah rakyat, koperasi desa/kelurahan merah putih, pengentasan kemiskinan ekstrem nol persen, dan pengembangan big data untuk kolaborasi antar-OPD.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep agile berada di antara stabilitas dan fleksibilitas, sehingga diperlukan transformasi informasi yang berdampak pada perubahan pola pikir dan budaya kerja. ASN, kata Sekda, harus adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu merespons dinamika global, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional.
“Sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Bandung, kita juga merupakan bagian dari provinsi, nasional, ASEAN, Asia, bahkan dunia. Oleh karena itu, kita harus mampu menangkap dinamika yang terjadi di luar dan mentransformasikannya menjadi budaya kerja birokrasi yang lebih relevan,” pungkasnya.