Bupati Bandung Paparkan Arah Pengembangan RDTR Pacira Pada Rapat Lintas Sektor ATR/BPN

Bupati Bandung Paparkan Arah Pengembangan RDTR Pacira Pada Rapat Lintas Sektor ATR/BPN

Wargi Kabupaten Bandung..

Bupati Bandung memaparkan arah kebijakan pembangunan wilayah selatan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia, yang membahas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira) di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025).

Dalam paparannya, Bupati Bandung menjelaskan bahwa Kabupaten Bandung memiliki luas wilayah sekitar 174 ribu hektare, dengan 31 kecamatan dan lebih dari 270 desa. Kondisi topografinya bervariasi antara 660 hingga 2.600 meter di atas permukaan laut, dengan dominasi kawasan hutan dan lahan kering.

Bupati menyebut, arah pengembangan wilayah mengacu pada RTRW Kabupaten Bandung dan RTRW Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Bandung merupakan bagian dari Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Bandung Raya yang berperan sebagai kawasan penyeimbang antara Kota Bandung dan Kota Cimahi. Pengembangan wilayah dibagi menjadi dua zona, yaitu kawasan perkotaan yang didorong sebagai kota satelit, serta kawasan Bandung Selatan yang dikendalikan sebagai kawasan konservasi dan pariwisata berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti sejumlah isu strategis seperti keterbatasan aksesibilitas transportasi, alih fungsi lahan di kawasan lindung, serta penguasaan lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) dan tanah perhutani. Untuk mengatasinya, Pemkab Bandung mengajukan empat langkah strategis, yakni peningkatan akses jalan utama wilayah selatan, pembangunan jalan tol Soreang, Ciwidey, Rancabali, pengembangan transportasi kabel (cable car), dan reaktivasi jalur kereta api Ciwidey–Soreang.

Selain itu, Pemkab Bandung juga menyiapkan sejumlah program prioritas, di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Ciwidey, pengembangan subzona pariwisata baru pada lahan eks-HGU, serta pembangunan fasilitas pendukung wisata seperti terminal penumpang dan area park and ride.