Pemkab Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Bupati Lakukan Langkah Solutif

Pemkab Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Bupati Lakukan Langkah Solutif

Wargi Kabupaten Bandung…

Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana pada 5–14 Desember 2025. Bupati Dadang Supriatna bersama Forkopimda, OPD terkait, dan Basarnas meninjau lokasi banjir dan longsor di lima kecamatan terdampak utama: Arjasari, Pameungpeuk, Katapang, Baleendah, dan Bojongsoang.

Di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Arjasari, bupati memerintahkan evakuasi warga karena medan sulit dan potensi longsor susulan. Ia meminta pembangunan tenda darurat, penyediaan logistik, serta pemasangan garis pembatas agar area berbahaya tidak bisa diakses selain petugas keselamatan.

“Sebanyak 100 personel gabungan dikerahkan dan melaksanakan evakuasi secara manual karena akses alat berat terkendala kontur wilayah. Saya harap seluruh proses berjalan aman tanpa hambatan,” ujarnya.

Kemudian, ia mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan karena saat ini 15 kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak bencana akibat curah hujan ekstrem.

Selain itu, bupati menyampaikan ketegasan pemerintah dalam menghentikan segala bentuk perusakan hutan dan penebangan pohon sembarangan, karena kerusakan lingkungan terbukti memperparah risiko longsor dan banjir. Ia menekankan pentingnya menjaga daerah resapan, serta mendorong seluruh pihak untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di wilayah yang memiliki sistem drainase rentan.

“Pemerintah daerah bersama Basarnas juga telah melakukan asesmen awal terhadap kondisi kontur tanah di titik longsor. Berdasarkan kajian, ditemukan adanya mata air aktif yang menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana,” ujarnya.

Di Pameungpeuk, khususnya Desa Bojongmanggu dan Rancatungku, ia menyoroti saluran air mengecil dan Solokan yang tersumbat. Solusi yang direncanakan meliputi pengerukan sungai dan peninggian jembatan, yang akan dibahas bersama Pemerintah Provinsi Jabar.

Peninjauan berlanjut ke Desa Cilampeni, Kelurahan Baleendah, dan Tegalluar. Bupati menyampaikan progres normalisasi sungai telah mencapai 30% dari total 2,7 km dan ditargetkan selesai akhir Desember.