Menerima Silaturahim Dan Audiensi APKASI Dalam Rangka Pendokumentasian Best Practices (BP)/Inovasi Program Kampung Bedas Dan Simpel Bedas Daerah Kabupaten Bandung
Wargi Kabupaten Bandung…
Bupati Bandung Dadang Supriatna menerima kunjungan silaturahim dan audiensi dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Kantor Bupati, Senin (6/10/2025) dalam rangka pendokumentasian Best Practices (BP) serta inovasi daerah, khususnya terkait Program Kampung Bedas (Bebenah Desa Sejahtera) dan Simpel Bedas.
Pada kesempatan itu, bupati menjelaskan bahwa 2 inovasi yakni Program Strategi Kampung Bedas dan Simpel Bedas Daerah Kabupaten Bandung merupakan sebuah terobosan yang sudah dilakukan pemerintah daerah dengan keterlibatan perangkat RW .
Ia juga memaparkan, saat ini sudah mencapai sebesar 55% atau 165 desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Bandung yang telah diintervensi program Kampung Bedas. Diantaranya adalah Desa Nagrog, Desa Margahurip, Desa Cihanyir, Desa Mangunjaya, Desa Lebakmuncang, Desa Sindangpanon, dan Desa Wangisagara yang dinilai berhasil meraih predikat menjadi desa percontohan.
Terkait hal tersebut, bupati optimis pendokumentasian Best Practices ini merupakan momentum penting, tidak hanya untuk menilai capaian program, tetapi juga sebagai sarana berbagi inspirasi dan pembelajaran antarwilayah. Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan berbagai inovasi dan upaya nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, pemberdayaan masyarakat secara partisipatif, serta pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
“Salah satu inovasi unggulan yang kami angkat dalam kegiatan ini adalah Program Kampung Bedas. Program ini kami rancang dengan pendekatan pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat, serta mengintegrasikan aspek kesejahteraan dan kelestarian lingkungan. Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar bupati.
Kemudian Kepala Baperida Kab. Bandung H. Marlan memaparkan mengenai Simpel Bedas (sistem manajemen pengelolaan lingkungan berbasis Mikrodas) sebagai inovasi yang telah diinisiasi sejak tahun 2001.