Sinergitas Peningkatan Mutu Pendidikan Menengah Bersama Kepala Sekolah Jenjang SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta Wilayah Kabupaten Bandung
Wargi Kabupaten Bandung..
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menghadiri kegiatan Sinergitas Peningkatan Mutu Jenjang Pendidikan Menengah yang digelar di Rumah Dinas Bupati, Selasa (02/09/2025). Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kab. Bandung, para kepala sekolah jenjang SMA/ SMK dan Swasta wilayah Kab. Bandung, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, serta perwakilan dunia usaha dan industri.
Pemerintah Kabupaten Bandung, lanjut bupati, telah menjalankan berbagai program prioritas untuk mendukung pendidikan, di antaranya Beasiswa TI Bupati (BESTI), Beasiswa Bedas Calakan, penguatan muatan lokal, serta insentif bagi guru ngaji dan tenaga honorer.
Bupati menuturkan bahwa dua jenis sekolah yang dicanangkan presiden, yaitu Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu dan Sekolah Unggulan bagi anak berprestasi, merupakan bagian dari upaya mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan lima komponen utama yang harus dipersiapkan, yakni peningkatan kualitas SDM profesional dan paham digitalisasi, memahami big data, penguatan research and development, soliditas organisasi, serta tata kelola keuangan yang baik.
Sementara itu, Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono S.H., S.I.K., M.H., CPHR, mengajak kepala sekolah untuk berkolaborasi dengan kapolsek maupun danramil dalam mendeteksi perilaku siswa yang terindikasi terafiliasi dengan geng motor. “Jika sejak awal bisa diperbaiki, anak-anak ini tidak akan terjerumus ke hal-hal yang tidak baik,” tegas Kapolresta.
Sebagai informasi, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan menengah yang relevan dengan perkembangan IPTEK dan dunia kerja, meningkatkan mutu lulusan agar siap melanjutkan ke perguruan tinggi atau dunia kerja, mengembangkan sinergi antar pemangku kepentingan pendidikan, dan menjamin pemerataan dan keadilan akses pendidikan bermutu.
Berdasarkan hasil pemantauan/peninjauan para kepala sekolah, kegiatan belajar daring siswa SMA dan SMK berlangsung aman dan tertib, tanpa adanya indikasi aktivitas mencurigakan terkait isu kondusivitas yang marak diberitakan.