Pertemuan Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dalam Rangka Pembinaan Bidan Desa se-Kabupaten Bandung

Pertemuan Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dalam Rangka Pembinaan Bidan Desa se-Kabupaten Bandung

Wargi Kabupaten Bandung..

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menghadiri Pertemuan Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dalam rangka Pembinaan Bidan Desa se-Kabupaten Bandung di Indoor Si Jalak Harupat, Selasa (02/09/2025).

Dalam sambutannya, bupati menekankan peran bidan desa sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Data hingga Agustus 2025 mencatat 34 kasus kematian ibu dan 217 kematian neonatus, serta masih terdapat sekitar 52 ribu anak stunting di Kabupaten Bandung. Menurutnya, stunting umumnya disebabkan kurang gizi sejak masa kehamilan, sehingga bidan perlu memperkuat pengawasan, pembinaan, dan edukasi bagi ibu hamil.

Bupati Bandung juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk mengevaluasi penyebab kematian ibu hamil serta melaporkan hasilnya. Ia meminta dilakukan sinkronisasi data antara BPS dengan bidan desa terkait jumlah kelahiran dan bayi stunting, dengan target angka stunting menjadi nol pada 2026. Sebagai bentuk apresiasi, desa yang mampu menurunkan angka kematian ibu dan anak terbaik akan diberikan reward berupa umrah.

Selain itu, bupati mendorong dukungan terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan 361 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperkuat pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, sinergi lintas sektor mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader posyandu, organisasi profesi, hingga keluarga sangat penting dalam memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bandung, dr. Yuli Irnawati Mosjasari, MM, menambahkan bahwa pembinaan bidan desa ini bertujuan meningkatkan kemampuan dalam mengenali risiko dan memberikan tindakan tepat bagi ibu hamil, persalinan, dan bayi berisiko tinggi. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan komitmen antarbidang desa.

Bupati Bandung menutup sambutan dengan apresiasi kepada para bidan desa, seraya optimistis bahwa kerja sama dan kepedulian bersama mampu mewujudkan Kabupaten Bandung yang sehat, kuat, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.