City Sanitation Summit XXIII 2025: Kolaborasi Antar Daerah Wujudkan Kota Bersih Dan Sehat

City Sanitation Summit XXIII 2025: Kolaborasi Antar Daerah Wujudkan Kota Bersih Dan Sehat

Wargi Kabupaten Bandung..

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan pentingnya kerja sama antar daerah dalam mendorong pembangunan sanitasi berkelanjutan saat menghadiri Gala Dinner dan Pembukaan Festival Sanitasi, Budaya dan UMKM di Kota Ternate, Jumat (29/08/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Bandung yang juga menjabat Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) mengatakan, CSS menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi pembangunan. “Saya berharap kegiatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan kerja sama dan pengembangan potensi lokal,” tutur Bupati Bandung.

“Pada malam ini kita berkumpul para kepala daerah untuk memberikan sharing informasi. Ke depan diharapkan bisa terjalin kerja sama antar daerah, sehingga apa yang menjadi ciri khas dari Ternate dapat dikembangkan di daerah-daerah lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, dalam sambutannya menekankan makna historis penyelenggaraan CSS yang digelar di kawasan Benteng Oranje. “Benteng Oranje bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi sejarah dunia. Jika pada masa lalu benteng ini menjadi pusat kendali perdagangan dunia, hari ini kita menjadikannya pusat kendali komitmen bersama untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Ternate,” katanya.

Menurutnya, CSS 2025 menjadi momentum bagi Ternate untuk menunjukkan bahwa pelestarian sejarah dan budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan berkelanjutan. “Sejarah Benteng Oranje mengingatkan kita bahwa peradaban besar lahir dari tata kelola yang baik, termasuk pengelolaan lingkungan dan sanitasi,” ucapnya.

Wali Kota Ternate menutup sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya CSS ke-23. “Saya berharap dari Benteng Oranje lahir gagasan dan komitmen besar untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan nilai sejarah dan budaya yang kita miliki,” pungkasnya.